26 Juli 2026

Review A Shop for Killers Season 2 (2026): Balik dengan Skala Lebih Besar, Tapi Masih Personal

Drama KoreaReview SeriesDisney+Season 2HorrorFilmProduksiReview
Review A Shop for Killers Season 2 (2026): Balik dengan Skala Lebih Besar, Tapi Masih Personal

Setelah musim pertamanya jadi salah satu original Disney+ paling banyak ditonton se-Asia Pasifik di awal 2024, A Shop for Killers akhirnya kembali. Season 2 tayang perdana 22 Juli 2026 dengan dua episode sekaligus, dan episode baru menyusul setiap minggu sampai penutup pada 12 Agustus. Artikel ini ditulis empat hari setelah rilis, jadi yang bisa dibahas baru dua episode pembuka plus sejumlah informasi dari pratinjau pers. Anggap ini kesan awal, bukan review lengkap satu musim.

Jeong Jin-man mengenakan rompi taktis di tengah malam dalam A Shop for Killers Season 2
Season 2 menggeser skala cerita dari bertahan hidup jadi perang antarfaksi pembunuh bayaran. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Kalau Season 1 berpusat pada perjuangan Jeong Ji-an bertahan hidup sambil mengungkap rahasia pamannya, Season 2 menggeser skala cerita jadi perang antarfaksi pembunuh bayaran. Untungnya, dari dua episode yang sudah tayang, hubungan emosional antara Ji-an dan Jin-man masih terasa jadi fondasi cerita, bukan sekadar bumbu di antara adegan tembak-tembakan.

InformasiDetail
JudulA Shop for Killers Season 2
Episode8
Tayang Perdana22 Juli 2026 (rilis mingguan hingga 12 Agustus)
PlatformDisney+, Hulu (Amerika Serikat)
GenreAction, Thriller, Crime, Mystery
SutradaraLee Kwon, Noh Kyu-yeob
Pemeran UtamaLee Dong-wook, Kim Hye-jun, Jo Han-sun
Pemeran BaruMasaki Okada, Hyunri, Jung Yun-ha
Jeong Ji-an dan Jeong Jin-man dalam momen tenang di A Shop for Killers
Hubungan Ji-an dan Jin-man tetap jadi fondasi emosional cerita di Season 2. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Musim kedua melanjutkan cerita setelah peristiwa besar di akhir Season 1. Jeong Ji-an bukan lagi mahasiswa yang kebingungan menghadapi serangan pembunuh bayaran. Pengalaman yang ia lalui membuatnya sadar bahwa dunia tempat pamannya hidup jauh lebih luas dan berbahaya daripada yang pernah ia bayangkan.

Jeong Jin-man membidik pistol dengan sudut pengambilan rendah dalam A Shop for Killers
Babylon bergerak lagi setelah dipermalukan di musim pertama. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Babylon, organisasi tentara bayaran yang jadi biang keladi masa lalu kelam Jin-man, bergerak lagi setelah dipermalukan di musim pertama. Kali ini mereka merekrut bala bantuan dari luar Korea untuk membangun ulang kekuatan dan membalas dendam. Ji-an, yang kini memegang kendali atas jaringan peninggalan Jin-man, harus mulai mengambil keputusan sendiri alih-alih terus-terusan bertahan hidup, dan setiap pilihannya membawa konsekuensi yang lebih besar dari sebelumnya.

Para pemeran utama A Shop for Killers berpose bersama dengan latar gudang
Season 2 bukan cerita yang bisa berdiri sendiri - kelanjutan langsung dari musim pertama. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Perlu. Season 2 bukan cerita yang bisa berdiri sendiri. Motivasi karakter, hubungan antartokoh, dan konflik utamanya adalah kelanjutan langsung dari musim pertama, jadi tanpa menonton Season 1, momen-momen emosional dan kemunculan karakter lama kemungkinan besar terasa hambar.

Karakter pria mengintip dari balik pintu lemari loker dalam A Shop for Killers
Ciri khas Lee Kwon membangun ketegangan lewat ruang sempit sudah terlihat sejak Door Lock (2018). Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Lee Kwon bukan nama baru. Sebelum menggarap A Shop for Killers, ia menyutradarai Door Lock (2018), thriller psikologis yang membangun ketegangan lewat ruang sempit dan permainan kamera, dan sebelumnya juga menulis serta menyutradarai drama seperti Shut Up: Flower Boy Band. Di Season 2, ia kembali sebagai sutradara bersama Noh Kyu-yeob.

Karakter pria menatap layar komputer dengan ekspresi serius dalam A Shop for Killers
Musim kedua memperluas cakupan cerita ke berbagai lokasi dengan skala aksi lebih besar. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Bedanya, kalau musim pertama banyak memanfaatkan ruang tertutup dan suasana bertahan hidup, musim kedua memperluas cakupan cerita ke berbagai lokasi dengan skala aksi yang lebih besar. Dari dua episode awal, ritme cepat dan penggunaan flashback yang jadi ciri khas Lee Kwon masih terasa, meski porsi dunia yang harus diperkenalkan (organisasi baru, karakter baru) membuat pembukaannya sedikit lebih sibuk dibanding Season 1.

Lee Dong-wook sebagai Jeong Jin-man

Foto profil Lee Dong-wook, pemeran Jeong Jin-man dalam A Shop for Killers
Lee Dong-wook kembali sebagai Jeong Jin-man - misteri terbesar seputar dirinya sudah terjawab, tapi ia tetap jadi poros cerita. Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).

Lee Dong-wook sudah berkarier lebih dari dua dekade, dan penonton drama Korea mengenalnya lewat Goblin sebagai Grim Reaper, dua musim Tale of the Nine Tailed sebagai gumiho, drama aksi kriminal Bad and Crazy, drama romantis Touch Your Heart, dan thriller psikologis Strangers from Hell. Pengalaman itu terasa di sosok Jin-man yang tidak banyak bicara tapi mendominasi layar lewat ekspresi dan tatapan.

Karakter pria membawa seseorang mengenakan gaun pasien di lorong bercahaya biru dalam A Shop for Killers
Dampak dari keputusan-keputusan masa lalu Jin-man terus digali di Season 2. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Di Season 2, Jin-man tetap jadi poros cerita meski misteri terbesar seputar dirinya sudah terjawab di Season 1. Hubungannya dengan Ji-an masih jadi pusat emosional serial, dan musim ini terus menggali dampak dari keputusan-keputusan yang pernah ia ambil di masa lalu.

Kim Hye-jun sebagai Jeong Ji-an

Foto profil Kim Hye-jun, pemeran Jeong Ji-an dalam A Shop for Killers
Kim Hye-jun kembali sebagai Jeong Ji-an - kini tampil lebih percaya diri dan mulai mengambil peran aktif menghadapi musuh. Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).

Sebelum membintangi A Shop for Killers, Kim Hye-jun sudah dikenal lewat perannya sebagai Ratu Cho di Kingdom, drama kriminal komedi Inspector Koo, dan serial thriller sci-fi Connect. Perubahan terbesar di Season 2 justru ada pada karakternya sendiri: di musim pertama Ji-an lebih banyak bereaksi terhadap ancaman yang datang, sementara sekarang ia tampil lebih percaya diri dan mulai mengambil peran aktif menghadapi musuh. Perkembangan ini terasa wajar karena dibangun dari pengalaman yang sudah ia lalui, bukan lompatan karakter yang tiba-tiba.

Jo Han-sun sebagai Bale

Foto profil Jo Han-sun, pemeran Bale dalam A Shop for Killers
Jo Han-sun kembali sebagai Bale, kembali jadi bagian penting perebutan kekuasaan di dunia bawah tanah Season 2. Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).

Jo Han-sun aktif sejak awal 2000-an lewat film seperti The City of Violence, A Frozen Flower, dan The Outlaws 3: The Roundup: No Way Out. Bale kembali jadi bagian penting dalam dinamika antarfaksi Season 2, terutama dalam perebutan kekuasaan di dunia bawah tanah yang jadi fokus musim ini. Jam terbangnya di film aksi kelihatan dari cara ia membawa Bale sebagai sosok berbahaya yang tetap punya sisi emosional, bukan sekadar penjahat generik.

Materi promosi A Shop for Killers Season 2 menampilkan konfrontasi karakter baru dan lama
Trio karakter baru Season 2 semuanya terhubung dengan cabang Asia Timur Babylon. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Musim kedua membawa konflik keluar dari Korea Selatan lewat trio karakter baru yang semuanya terhubung dengan cabang Asia Timur milik Babylon.

Foto profil Jung Yun-ha, pemeran Kusanagi dalam A Shop for Killers Season 2
Jung Yun-ha sebagai Kusanagi, sosok yang mengawasi cabang Asia Timur Babylon. Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).
Foto profil Hyunri, pemeran Q dalam A Shop for Killers Season 2
Hyunri sebagai Q, pemimpin tim lapangan Babylon cabang Asia Timur. Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).

Jung Yun-ha berperan sebagai Kusanagi, sosok yang mengawasi cabang Asia Timur Babylon. Karakternya digambarkan punya ambisi kuat terhadap kekuasaan, dengan kepribadian yang bisa berubah dari tenang dan percaya diri jadi jauh lebih sensitif tergantung situasi. Di bawahnya ada dua bersaudara yang memimpin tim lapangan: Hyunri sebagai Q, pemimpin tim, dan Masaki Okada sebagai J, adik Q sekaligus co-leader.

Foto profil Masaki Okada, pemeran J dalam A Shop for Killers Season 2
Masaki Okada sebagai J, adik Q sekaligus co-leader tim lapangan Babylon. Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).

Masaki Okada sendiri bukan nama sembarangan di industri film Jepang. Ia tampil di Drive My Car, yang memenangkan Oscar Film Internasional Terbaik, selain Confessions, The Great Passage, dan Villain. Kehadirannya, bersama Hyunri dan Jung Yun-ha, jadi sinyal paling jelas bahwa konflik Season 2 sudah melebar jadi urusan lintas negara, bukan lagi cuma masalah internal satu keluarga di Korea.

Season 1Season 2
Fokus pada misteri kematian Jin-manFokus pada perang antarfaksi
Bertahan hidup di satu lokasiOperasi lintas lokasi dengan skala lebih besar
Ji-an belajar bertahan hidupJi-an mulai memimpin dan mengambil keputusan
Lingkaran karakter inti terbatasKarakter baru dengan latar belakang internasional
Dunia Murthehelp masih misteriusStruktur organisasi dan jaringan globalnya mulai terlihat
Ilustrasi troli belanja berisi senjata dan perlengkapan menyerupai barang rumah tangga dalam materi promosi A Shop for Killers
Dunia toko pembunuh Murthehelp melebar jadi konflik antarfaksi lintas negara di Season 2. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Kalau Season 1 terasa seperti perpaduan John Wick dengan film survival, Season 2 condong ke skala konflik yang lebih luas, mengingatkan pada Mission: Impossible, The Continental, atau The Raid 2, di mana beberapa organisasi dengan kepentingan berbeda saling berbenturan. Musim pertama banyak menampilkan aksi individu; dari dua episode awal Season 2, porsi kerja sama tim dan operasi kelompok terasa lebih besar, yang otomatis membuat konfliknya lebih rumit untuk diikuti sekaligus lebih seru untuk ditonton.

Jeong Ji-an bersembunyi sambil memegang alat panah dalam A Shop for Killers
Koreografi aksi yang jadi andalan Season 1 masih terjaga di musim kedua. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Koreografi aksi adalah salah satu alasan utama Season 1 disukai, dan dari dua episode awal, kualitas itu belum turun. Masih ada kombinasi tactical shooting, close-quarter combat, knife fighting, sniper sequence, ambush, dan hand-to-hand combat. Ulasan awal dari South China Morning Post mencatat bahwa episode-episode pembuka lebih banyak dipakai untuk membangun konflik dan memperkenalkan dunia baru sebelum aksinya benar-benar memuncak, jadi kalau merasa ritmenya agak lambat di awal, itu bukan cuma perasaanmu.

Close-up karakter dengan pencahayaan dingin minim dalam A Shop for Killers
Warna dingin dan pencahayaan minim masih konsisten jadi identitas visual Season 2. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Nuansa visual masih konsisten dengan musim pertama: warna dingin, pencahayaan minim, komposisi gambar yang rapi. Yang berubah adalah skala lokasi. Variasi latar tempat terasa lebih luas, memperkuat kesan bahwa konfliknya kini tidak lagi terbatas pada satu gudang di pinggiran kota.

Potret Jeong Ji-an dan Jeong Jin-man dalam A Shop for Killers
Kedekatan personal antara paman dan keponakan tetap jadi salah satu kekuatan utama serial ini. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Tergantung apa yang membuatmu suka pada Season 1. Kalau alasannya pembangunan karakter yang pelan-pelan, misteri seputar masa lalu Jin-man, dan kedekatan personal antara paman dan keponakan, Season 1 masih terasa lebih intim dan lebih rapi. Tapi kalau yang dicari adalah dunia cerita yang lebih luas, lebih banyak karakter, konflik antarfaksi, dan aksi berskala lebih besar, Season 2 sejauh ini menawarkan peningkatan yang jelas kelihatan.

Jeong Jin-man dan Jeong Ji-an dalam adegan aksi di A Shop for Killers
Adegan aksi Season 2 tetap mengandalkan tactical shooting dan close-quarter combat. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Yang masih bekerja dengan baik: perkembangan karakter Ji-an terasa meyakinkan dan bukan lompatan instan, dunia ceritanya melebar tanpa kehilangan identitas, pemeran lama tetap jadi pusat cerita, karakter baru membawa dinamika segar, dan adegan aksinya tetap salah satu yang terbaik di genre thriller Korea.

Jeong Ji-an memegang telepon rumah dengan ekspresi serius dalam A Shop for Killers
Bertambahnya jumlah karakter baru membuat alur Season 2 lebih rumit diikuti tanpa menonton Season 1. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Yang perlu diperhatikan: penonton baru bakal kesulitan mengikuti cerita tanpa menonton Season 1 lebih dulu, episode pembuka terasa sedikit lebih lambat karena sibuk membangun fondasi konflik baru, dan dengan bertambahnya jumlah karakter, beberapa tokoh pendukung kemungkinan besar cuma kebagian waktu tayang yang terbatas.

AspekNilai
Cerita (2 episode awal)8.5/10
Action9.2/10
Akting9.0/10
Visual9.0/10
Pengembangan Dunia8.8/10
Overall (sementara)8.9/10
Potret seluruh pemeran utama A Shop for Killers
Rating di atas didasarkan pada dua episode pembuka dan materi pratinjau, bukan satu musim penuh. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Angka-angka ini didasarkan pada dua episode pertama dan materi pratinjau, bukan keseluruhan musim yang baru selesai tayang pada 12 Agustus. Kemungkinan besar akan direvisi begitu episode-episode berikutnya rilis.

Lorong gudang Murthehelp yang diterangi cahaya merah dalam A Shop for Killers
A Shop for Killers Season 2 memperluas semesta Murthehelp dengan organisasi dan karakter baru. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

A Shop for Killers Season 2 tidak sekadar mengulang formula musim pertama. Serial ini memperluas semestanya dengan organisasi baru, karakter-karakter penting, dan konflik yang lebih besar, sambil tetap menjaga hubungan Ji-an dan Jin-man sebagai inti emosionalnya, setidaknya sejauh yang terlihat dari dua episode pembuka.

Karakter membidik senapan sniper di tengah malam dalam A Shop for Killers
Episode baru A Shop for Killers Season 2 rilis mingguan sampai 12 Agustus 2026. Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use).

Bagi penggemar Season 1, ini terasa seperti kelanjutan yang wajar: protagonis yang lebih matang, aksi yang masih intens, dan dunia bawah tanah yang jauh lebih kompleks. Kalau belum menonton musim pertama, mulai dari sana dulu, supaya perkembangan karakter dan konflik di Season 2 terasa utuh. Dan kalau sudah menonton, episode barunya rilis tiap minggu sampai 12 Agustus, jadi masih ada waktu untuk mengejar sebelum musim ini tamat.

Sumber

A Shop for Killers S2 – AsianWiki

A Shop for Killers Season 2: trailer, cast, release date – ABC7 New York

A Shop for Killers season 2: Lee Dong-wook leads action-packed return – South China Morning Post

A Shop for Killers season 2 reveals more assassins and action – AsiaOne

A Shop for Killers season 2 release schedule – Lifestyle Asia

Jung Yun Ha, Hyunri, and Masaki Okada Bring New Threats to A Shop for Killers 2 – Soompi

Hit Korean Thriller A Shop for Killers Sets July Season 2 Premiere – Variety

A Shop for Killers – Wikipedia

Door Lock (film) – Wikipedia

Gambar still & poster promosi: Hak cipta materi promosi milik Disney+ / Merrychristmas / Project Onion — direferensikan dari halaman resmi Season 2 serial ini di TMDB, dipakai untuk keperluan editorial/review dengan kredit (fair use). Foto profil pemeran: Foto publisitas aktor dari TMDB, dipakai untuk keperluan identifikasi pemeran (editorial use).

Skor Review

Cerita (2 episode awal)
0/5
Action
0/5
Akting
0/5
Visual
0/5
Pengembangan Dunia
0/5
Nilai Akhir 0/10

← Semua artikel · Beranda