Odyssey (2026): Film Wajib Tonton yang Sedang Tayang di Bioskop
The Odyssey (2026) akhirnya tayang di bioskop setelah penantian panjang, dan langsung menjadi salah satu film paling banyak dibicarakan tahun ini. Disutradarai Christopher Nolan, film ini mengadaptasi epos legendaris karya Homer ke dalam skala produksi besar, visual megah, dan jajaran aktor papan atas Hollywood. Sejak tayang perdana pada 17 Juli 2026, Universal memposisikan film ini sebagai tontonan yang paling pas dinikmati di layar lebar. Situs resmi mereka bahkan menegaskan bahwa seluruh film direkam dengan kamera IMAX 70 mm film, yang pertama dalam karier Nolan.

Bagi penggemar Nolan maupun pecinta petualangan epik, The Odyssey menawarkan sesuatu yang beda dari blockbuster musim panas kebanyakan. Selain skala visualnya, film ini mengangkat tema yang sangat manusiawi: keluarga, pengorbanan, kesetiaan, rasa bersalah, dan perjuangan untuk pulang. Associated Press mencatat bahwa salah satu tujuan utama Nolan adalah membuat kisah kuno ini terasa dekat dengan penonton modern, bukan sekadar tontonan mitologi.

Lantas, seperti apa filmnya, dan kenapa banyak orang menyebutnya wajib tonton tahun ini? Berikut ulasan lengkapnya.

| Info | Detail |
|---|---|
| Sutradara & penulis skenario | Christopher Nolan |
| Distributor | Universal Pictures |
| Pemeran utama | Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Zendaya, Charlize Theron, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o |
| Musik | Ludwig Göransson |
| Format kamera | IMAX 70mm film, adaptasi Homer pertama yang direkam dengan format ini |
| Rasio layar | 1.90:1 di IMAX, 1.43:1 di IMAX Laser tertentu, 2.39:1 atau 1.85:1 di bioskop premium lain |
| Durasi | 172 menit (2 jam 52 menit) |
| Rating | R (dewasa) |
| Budget produksi | sekitar US$250 juta |
| Tanggal rilis AS & Inggris | 17 Juli 2026 |
| Genre | aksi, petualangan, fantasi epik |

Per 26 Juli 2026, The Odyssey sudah lebih dari seminggu tayang di bioskop sejak rilis pada 17 Juli 2026. Universal menampilkan film ini dengan label "In Theaters Now" di situs resminya, sejalan dengan promosi sejak awal yang menempatkan film ini sebagai tontonan paling ideal di layar besar, terutama IMAX.

Antusiasme terhadap film ini memang luar biasa. AP melaporkan bahwa tiket pemutaran 70mm IMAX ludes dalam waktu kurang dari satu jam, bahkan untuk jadwal yang dibuka jauh sebelum tanggal rilis. Saat penjualan umum dibuka, situs tiket sempat down karena lonjakan trafik, dan sebagian besar slot premium habis terjual berminggu-minggu sebelumnya. Hasilnya terlihat di angka: menurut Forbes dan The Hollywood Reporter, The Odyssey membukukan sekitar $264 juta secara global di akhir pekan pembuka, dengan pendapatan domestik AS di kisaran $120 hingga $124 juta, menjadikannya opening global terbesar sepanjang karier Nolan. Hingga akhir Juli, total pendapatan globalnya sudah melewati $280 juta, hampir menutup budget produksi $250 juta hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.

Kritikus pun sepakat. Rotten Tomatoes mencatat skor kritikus 94 persen untuk film ini, menyamai rekor tertinggi Nolan, sementara skor penonton mencapai 97 persen, rekor baru untuk sang sutradara. The Odyssey bukan sekadar rilis biasa. Ini film event yang benar-benar berhasil menarik perhatian penonton dunia.
Skor Rotten Tomatoes

The Odyssey diangkat dari epos Yunani kuno karya Homer, salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah. Ceritanya berpusat pada Odysseus, raja Ithaca, yang berusaha pulang setelah Perang Troya usai. Dalam perjalanan itu ia berhadapan dengan dewa, monster, godaan, kutukan, dan berbagai ujian yang menguji kecerdikan sekaligus keteguhan hatinya. AP merangkum ceritanya sebagai perjalanan pulang yang panjang, sekitar satu dekade setelah perang berakhir, ketika Odysseus kembali dan mendapati kerajaannya sudah dipenuhi para pesaing yang ingin merebut takhta dan istrinya.

Nolan tertarik pada cerita ini karena temanya, perjalanan pulang, waktu, kehilangan, rasa bersalah, dan beban moral dari sebuah tindakan besar, memang selalu jadi benang merah dalam film-filmnya. Dalam wawancara dengan AP, ia menyebut kisah ini sebagai "ultimate adventure story". Kritik film AP juga mencatat bahwa perjalanan Odysseus terasa seperti pasangan tematik dari karya-karya Nolan sebelumnya, dari Interstellar sampai Oppenheimer.
Kenapa Kisah Berusia Ribuan Tahun Ini Masih Relevan

Di balik makhluk mitologi dan dunia dewa-dewi, inti ceritanya tetap dekat dengan pengalaman manusia modern: bagaimana seseorang bertahan saat jauh dari keluarga, bagaimana rasa bersalah mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri, dan bagaimana pulang ke rumah bisa jadi perjalanan paling berat dalam hidup. Itu yang membuat The Odyssey tetap terasa hidup meski ceritanya sudah berumur sekitar 3.000 tahun.

Secara garis besar, film ini mengikuti Odysseus dalam perjalanan pulang ke Ithaca setelah Perang Troya berakhir. Jalan pulang itu berubah jadi rangkaian bencana: badai, pengkhianatan, makhluk mengerikan, godaan yang seolah tidak berujung, sampai perjalanan ke dunia orang mati. Versi Nolan tetap berangkat dari epos Homer, tapi dikemas dengan pendekatan yang lebih membumi dan personal.

Di sisi lain, penonton juga diajak melihat sisi keluarga yang ditinggalkan Odysseus. Penelope bertahan di Ithaca sambil menghadapi para pelamar yang ingin merebut takhta, sementara Telemachus tumbuh tanpa kehadiran sang ayah dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. AP menyebut film ini memperkenalkan Odysseus, Penelope, Telemachus, Athena, Calypso, Helen, dan Antinous sebagai poros utama cerita.

Kalau diringkas, The Odyssey bukan cuma film petualangan. Ini kisah tentang lelaki yang berusaha pulang, istri yang menjaga harapan, dan anak yang mencari jawaban atas hilangnya sang ayah. Lapisan emosional semacam ini yang membuat film ini terasa lebih besar dari sekadar "monster movie" atau "film perang kuno".
Matt Damon sebagai Odysseus

Matt Damon memerankan Odysseus, tokoh utama yang menanggung beban perang sekaligus beban moral dari semua yang terjadi sesudahnya. Menurut AP, Nolan memilih Damon karena aktor ini dinilai mampu membawa penonton menjalani perjalanan panjang karakter ini dengan bobot emosional yang pas.
Tom Holland sebagai Telemachus

Tom Holland berperan sebagai Telemachus, putra Odysseus yang mewakili generasi muda yang tumbuh dalam bayang-bayang sang ayah. Holland sendiri mengatakan kepada AP bahwa film ini terasa berskala besar tanpa kehilangan inti emosional di antara karakter-karakternya.
Anne Hathaway sebagai Penelope

Anne Hathaway memerankan Penelope, istri Odysseus yang menjadi simbol kesetiaan dan penantian panjang. Ia tampil berdampingan dengan Tom Holland dalam sejumlah adegan resmi yang dirilis AP menjelang tayang perdana.
Zendaya sebagai Athena

Zendaya berperan sebagai Athena, dewi kebijaksanaan yang dalam kisah aslinya kerap menjadi pelindung dan pembimbing Odysseus.
Charlize Theron sebagai Calypso

Charlize Theron memerankan Calypso, sosok yang dalam mitologi identik dengan daya tarik dan godaan, sekaligus alasan Odysseus tertahan di sebuah pulau selama bertahun-tahun. AP menyebut karakter ini sebagai salah satu bagian penting dari ensemble besar film.
Robert Pattinson sebagai Antinous

Robert Pattinson berperan sebagai Antinous, salah satu pelamar paling berbahaya di Ithaca. Nolan sendiri menggambarkan karakter ini kepada AP sebagai villain yang canggung sekaligus menakutkan, terus menekan Telemachus sepanjang cerita.
Lupita Nyong'o, Mia Goth, dan Ensemble Lainnya

Lupita Nyong'o berperan sebagai Helen, dan Mia Goth sebagai Melantho. Ensemble besar film ini juga diisi Samantha Morton, Benny Safdie, John Leguizamo, Himesh Patel, dan Elliot Page. Susunan pemain sebanyak ini memperkuat kesan bahwa The Odyssey memang dirancang sebagai karya berskala epik sejak awal.
1. Disutradarai Christopher Nolan

Nama Nolan saja sudah cukup membuat orang penasaran. Ia dikenal sebagai sutradara yang bisa menyatukan visual besar, struktur cerita kuat, dan emosi yang tetap terasa intim, dari Inception sampai Oppenheimer. The Odyssey melanjutkan pendekatan itu dalam skala yang bahkan lebih besar dari proyek-proyek sebelumnya, baik dari sisi budget maupun ambisi produksi.
2. Dibuat Sepenuhnya dengan Kamera IMAX 70mm Film

Ini bukan gimmick promosi. Universal menyebut film ini shot entirely with IMAX film cameras, dan menurut AP ini adalah adaptasi Homer pertama yang diproyeksikan di layar IMAX film. Hasilnya, gambar dengan rasio sampai 1.43:1 di bioskop IMAX Laser tertentu, jauh lebih lebar dari film bioskop biasa, dan memang dirancang untuk dinikmati di layar sebesar mungkin.
3. Produksi Nyata di Lokasi Sungguhan

AP menjelaskan bahwa Nolan membangun dunia film ini dengan pendekatan praktikal: Troy dibangun di Maroko, gua Cyclops ditemukan di kaki bukit Yunani, lanskap hitam Islandia dipakai untuk menggambarkan dunia orang mati, dan Favignana di dekat Sisilia menjadi lokasi Ithaca. Di laut, kru memakai kapal sungguhan, dan para aktor sampai belajar mendayung supaya adegan lautnya terasa autentik, bukan hasil rekayasa digital.
4. Cerita Mitologi yang Terasa Modern

Nolan tidak sekadar mengulang mitologi lama. Salah satu tujuannya, menurut AP, adalah membuat cerita ini mudah dipahami dan terasa dekat bagi penonton masa kini. Itu sebabnya kisah berusia ribuan tahun ini tetap hidup, bukan cuma karena monster dan dewa, tapi karena konflik batin di dalamnya masih relevan.
5. Emosinya Kuat, Bukan Cuma Visualnya

Tom Holland menyebut film ini terasa seperti roller coaster petualangan yang tetap menjaga keintiman antar-karakter. Anne Hathaway pun menilai hasil akhirnya terasa segar meski berangkat dari kisah berusia sekitar 3.000 tahun. Kekuatan The Odyssey bukan cuma pada ledakan visualnya, tapi juga pada hubungan antarmanusia di dalam cerita itu sendiri, dan itu terlihat dari skor penonton di Rotten Tomatoes yang mencapai 97 persen.
Tiket IMAX Ludes Lebih dari Setahun Sebelumnya

Menurut AP, pemutaran 70mm IMAX ludes dalam waktu kurang dari satu jam untuk jadwal yang dibuka jauh sebelum tanggal rilis. Bahkan saat penjualan umum dibuka, situs tiket sempat down karena lonjakan trafik. Hasilnya terlihat di box office: opening weekend global sekitar $264 juta, pembukaan terbesar sepanjang karier Nolan.
Syuting yang Terasa Seperti Ekspedisi Sungguhan

AP menggambarkan proses syuting The Odyssey sebagai undertaking di enam negara, dengan lokasi alam yang ekstrem dan tuntutan fisik yang berat buat kru. Bagi banyak orang yang terlibat, syuting ini terasa lebih mirip ekspedisi ketimbang produksi film biasa.
Dunia Fantasinya Dibangun dari Benda Nyata

Alih-alih mengandalkan efek digital, Nolan tetap memakai set, properti, kapal fisik, dan animatronik, menambahkan efek komputer hanya kalau benar-benar diperlukan. Pendekatan ini membuat dunia The Odyssey terasa lebih bertekstur dan meyakinkan di layar, bukan cuma latar hijau yang ditempel belakangan.
Skor Kritikus dan Penonton Sama-Sama Tinggi

Rotten Tomatoes mencatat skor kritikus 94 persen untuk film ini, menyamai rekor tertinggi Nolan, sementara skor penonton mencapai 97 persen, rekor baru untuk sutradara ini. Kombinasi budget $250 juta dengan sambutan sebesar ini membuat The Odyssey jadi salah satu taruhan terbesar sekaligus paling berhasil di industri tahun ini.

- Odysseus dikenal bukan karena kekuatan otot, tapi karena kecerdikan dan strategi. Itu salah satu alasan tokoh ini terus menarik untuk diadaptasi ulang dari generasi ke generasi.
- Nolan syuting di lokasi asli seperti Maroko, Yunani, Islandia, dan Sisilia supaya nuansa petualangannya terasa lebih nyata, bukan hasil studio.
- Slot pemutaran IMAX 70mm untuk film ini sudah diburu penonton lebih dari setahun sebelum tanggal rilis.
- The Odyssey adalah adaptasi Homer pertama yang direkam sepenuhnya dengan kamera film IMAX, dan salah satu film Nolan dengan budget terbesar sepanjang kariernya, sekitar $250 juta.
- Musik filmnya digarap Ludwig Göransson, komposer yang sebelumnya juga menangani Oppenheimer dan Tenet.

The Odyssey cocok buat penonton yang suka film berskala besar, drama epik, mitologi, petualangan laut, dan sinema yang terasa serius tapi tetap menghibur. Kalau Anda menyukai Gladiator, Troy, Kingdom of Heaven, Interstellar, atau Oppenheimer, film ini kemungkinan besar juga akan masuk daftar favorit. Perlu dicatat film ini rated R, jadi bukan tontonan keluarga, mengingat kadar kekerasan perang dan adegan intens di dalamnya.
Mau Produksi Film Sendiri Seperti Ini?
Simpul Project Production House membantu mewujudkan ide Anda jadi film, mulai dari drama epik, aksi, horor, sampai dokumenter - dari konsep, penulisan naskah, produksi, hingga pascaproduksi.
Hubungi Simpul Project
The Odyssey (2026) berhasil menggabungkan mitologi kuno dengan bahasa sinema modern. Di tangan Nolan, kisah Odysseus bukan cuma petualangan melawan monster dan dewa, tapi juga cerita tentang rasa bersalah, keluarga, dan kerinduan untuk pulang. Dengan visual IMAX penuh, lokasi syuting nyata, jajaran pemain papan atas, budget $250 juta, dan sambutan yang sudah terbukti lewat box office serta skor kritikus, film ini pantas disebut salah satu tontonan paling penting tahun 2026.

Buat yang sedang mencari film epik yang benar-benar terasa besar di layar bioskop, The Odyssey sulit untuk dilewatkan. Filmnya sudah tayang sejak 17 Juli 2026, jadi sekarang waktu yang tepat untuk membuktikan sendiri apakah hype sebesar ini memang sepadan.
Apakah The Odyssey sudah tayang?
Sudah. The Odyssey tayang di bioskop AS dan Inggris sejak 17 Juli 2026, dan per 26 Juli 2026 film ini masih tayang dengan status "In Theaters Now" di situs resmi Universal.
Siapa sutradara The Odyssey?
Christopher Nolan, yang juga menulis skenarionya sendiri.
Siapa pemeran utama The Odyssey?
Matt Damon sebagai Odysseus, Tom Holland sebagai Telemachus, Anne Hathaway sebagai Penelope, Zendaya sebagai Athena, Charlize Theron sebagai Calypso, Robert Pattinson sebagai Antinous, dan Lupita Nyong'o sebagai Helen.
Berapa Durasi dan Rating The Odyssey?
Durasinya 172 menit, atau 2 jam 52 menit, menjadikannya film terpanjang kedua Nolan setelah Oppenheimer. Film ini rated R.
Apakah The Odyssey Layak Ditonton di IMAX?
Sangat layak. Universal menyebut film ini direkam sepenuhnya dengan kamera IMAX film, dan ini adalah adaptasi Homer pertama yang diproyeksikan di layar IMAX film, dengan rasio gambar sampai 1.43:1 di bioskop IMAX Laser tertentu.
Apakah Harus Membaca Epos Homer Dulu Sebelum Menonton?
Tidak harus. Salah satu tujuan Nolan adalah membuat film ini mudah diikuti penonton modern tanpa perlu bekal membaca epos aslinya lebih dulu.
Kenapa The Odyssey Ramai Dibicarakan?
Karena film ini menggabungkan nama besar Christopher Nolan, cerita klasik yang sangat dikenal, penggunaan IMAX penuh, lokasi syuting nyata, dan jajaran pemain yang kuat. Ditambah lagi, box office pembukaannya sekitar $264 juta secara global menjadi rekor baru buat Nolan, dan skor Rotten Tomatoes 94 persen dari kritikus serta 97 persen dari penonton menunjukkan sambutan positif yang konsisten.
Informasi dalam artikel ini disusun dari Associated Press, Forbes, The Hollywood Reporter, Rotten Tomatoes, serta liputan media film dan hiburan lain. Gambar bersumber dari TMDB (The Movie Database) dengan kredit hak cipta ke pemegang aslinya di tiap keterangan gambar.