Persembahan 9 Nyawa di Midsommar: Siapa Saja yang Ditumbalkan?
Peringatan: spoiler penuh film Midsommar (2019) ada di bawah ini.

Ritual penutup di komunitas Hårga memang menuntut sembilan korban manusia. Empat orang berasal dari luar komunitas, empat lagi adalah anggota Hårga sendiri, dan satu korban terakhir dipilih langsung oleh May Queen, yaitu Christian. Rincian lengkap siapa saja yang masuk dalam sembilan nyawa itu, serta kenapa jumlahnya harus segitu, dibahas di bawah.

Empat korban pertama adalah tamu dari luar yang datang bersama Christian, dan masing-masing mati karena alasan yang berbeda-beda, bukan diseret paksa begitu saja. Mark tewas lebih dulu setelah tanpa sadar buang air kecil di pohon leluhur yang dianggap suci oleh Hårga, pelanggaran yang di mata mereka setara dengan menodai kuburan. Josh menyusul karena memotret halaman dari Rubi Radr, kitab suci komunitas, padahal ia sudah diperingatkan untuk tidak melakukannya. Simon mencoba pergi meninggalkan desa tanpa pamit setelah merasa ada yang tidak beres, dan filmnya memperlihatkan akibatnya lewat cara yang paling brutal di antara semua korban: tubuhnya ditemukan dalam kondisi dimutilasi menyerupai ritual blood eagle, digantung di gudang kaca. Connie, yang marah dan panik mencari Simon, juga dibunuh saat berusaha kabur sendirian.

Empat korban berikutnya datang dari dalam komunitas Hårga sendiri, dan kematian mereka jauh lebih "sukarela" menurut logika kepercayaan setempat. Dua di antaranya adalah Ylva dan Dan, sepasang tetua yang di awal film menjalani ritual Ättestupa, melompat dari tebing begitu mereka genap berusia 72 tahun. Tubuh mereka disimpan dan diperlakukan sebagai persembahan yang "sudah ditetapkan" sejak awal festival. Dua lainnya, Ingemar dan Ulf, adalah pria dewasa Hårga yang secara sadar mengajukan diri sebagai sukarelawan hidup untuk ritual pembakaran terakhir, sesuatu yang dianggap kehormatan besar dalam budaya mereka.

Korban kesembilan, yang paling menentukan secara emosional, adalah Christian. Setelah dimahkotai sebagai May Queen, Dani diberi hak untuk memilih siapa yang akan menjadi persembahan penutup. Dani, yang baru saja melihat sendiri Christian terlibat ritual perkawinan dengan gadis Hårga bernama Maja, memilihnya. Christian dijahit ke dalam bangkai beruang, dibaringkan di kuil kayu bersama delapan korban lain, lalu dibakar hidup-hidup.
Potret sembilan korban
Berikut potret ketujuh pemeran yang perannya berakhir sebagai bagian dari ritual persembahan sembilan nyawa (Ylva tidak disertakan - lihat catatan sumber di akhir artikel).









Angka sembilan bukan pilihan acak. Festival Hårga sendiri hanya digelar sekali setiap 90 tahun, dan sembilan adalah angka yang berulang di banyak tradisi pagan Nordik yang jadi rujukan Ari Aster saat menulis skenario. Dalam mitologi Norse, misalnya, Yggdrasil menopang sembilan dunia, dan Odin bergantung di pohon itu selama sembilan hari sembilan malam untuk mendapatkan pengetahuan tentang rune. Angka itu lekat dengan gagasan tentang siklus yang lengkap dan pengorbanan diri demi ilmu atau berkah, dua tema yang persis dipakai ulang dalam ritual penutup Midsommar.
Struktur sembilan korban juga sengaja dibuat berimbang: empat dari luar, empat dari dalam, satu penentu. Keseimbangan ini penting buat Hårga karena ritual mereka bukan cuma soal membunuh, tapi soal pertukaran. Komunitas memberi sebagian dari diri mereka sendiri (empat anggota), sementara dunia luar "menyumbang" jumlah yang sama, dan angka ganjil kesembilan jadi penentu yang mengunci siklus itu supaya dianggap sah.

Untuk memahami kenapa ritual ini ada, perlu melihat filosofi hidup yang dipegang Hårga. Komunitas ini membagi umur manusia jadi empat musim, masing-masing 18 tahun: musim semi untuk masa kanak-kanak (0-18), musim panas untuk masa ziarah ke luar komunitas (18-36), musim gugur untuk masa kerja dan membimbing generasi berikutnya (36-54), dan musim dingin sebagai tahap terakhir (54-72). Begitu seseorang genap 72 tahun, ia dianggap sudah menyelesaikan siklusnya dan diharapkan mengakhiri hidup secara sukarela lewat Ättestupa, supaya tidak "membebani" semangat kolektif desa dengan menua lebih jauh.

Ättestupa sendiri bukan murni karangan Ari Aster. Istilah ini memang ada dalam cerita rakyat Skandinavia lama, muncul di saga Islandia kuno bernama Gautreks Saga, yang menyebut sebuah tebing bernama Ættarstapi, tempat orang tua konon melompat atau dilemparkan demi tidak menjadi beban keluarga. Sejarawan sendiri masih memperdebatkan apakah praktik ini pernah benar-benar terjadi atau cuma legenda, tapi Aster memakainya sebagai fondasi yang membuat dunia Hårga terasa punya akar sejarah, bukan sekadar kultus fiktif tanpa konteks.

Ritual-ritual besar Hårga, termasuk siapa yang harus dikorbankan dan kapan, ditentukan lewat penglihatan seorang oracle bernama Ruben. Ruben digambarkan sebagai anak dengan disabilitas fisik dan kognitif, hasil dari perkawinan sedarah yang sengaja "dipelihara" komunitas karena mereka percaya pikirannya yang "tidak terbebani logika" membuatnya lebih terbuka menerima pesan dari leluhur. Gambar-gambar yang dibuat Ruben dikumpulkan dan ditafsirkan para tetua, lalu dicatat dalam kitab suci bernama Rubi Radr, kitab yang sama yang diam-diam difoto Josh sebelum ia dibunuh. Dengan kata lain, seluruh mekanisme ritual sembilan nyawa sebenarnya sudah "diramalkan" lewat visi Ruben jauh sebelum Dani dan rombongan tiba.
Satu koreksi kecil dulu: desa Hårga bukan pulau. Lokasinya digambarkan sebagai komunitas terpencil di wilayah Hälsingland, Swedia bagian tengah, jauh dari pantai atau laut. Ari Aster dan tim produksinya memang riset langsung ke Hälsingland untuk meniru gaya rumah dan lanskap pertanian di sana, meski adegan-adegannya sendiri difilmkan di Hungaria karena aturan jam kerja kru film di Swedia. Kesan "terisolasi" yang muncul di film datang dari keterpencilan desa itu, bukan karena dikelilingi laut.

Soal alasan Pelle mengajak mereka, film memberi dua lapis jawaban. Secara terbuka, alasannya kedengaran sederhana: Pelle mengundang Christian dan teman-temannya untuk merayakan festival pertengahan musim panas yang cuma terjadi sekali per 90 tahun, dan ia bahkan menawarkan ide riset untuk tesis antropologi Josh supaya undangan itu terasa punya nilai akademis. Alasan ini yang dipercaya rombongan sampai jauh ke tengah cerita.

Alasan sebenarnya jauh lebih dingin. Hårga adalah komunitas kecil yang menjaga garis keturunannya lewat aturan kawin yang ketat, dan mereka cuma mentolerir perkawinan sedarah dalam kasus tertentu, seperti melahirkan sosok oracle seperti Ruben. Untuk menjaga populasi tetap sehat sekaligus memenuhi kebutuhan ritual periodik mereka, para pemuda Hårga seperti Pelle dan Ingemar dikirim keluar komunitas persis di usia "musim panas" mereka (18-36 tahun) untuk mencari darah baru: sebagian untuk pasangan kawin, sebagian lagi, secara lebih gelap, untuk jadi bahan ritual pengorbanan. Pemilihan Christian sebagai pasangan Maja dalam ritual perkawinan bukan kebetulan, ia bagian dari sistem yang sama.

Ada satu lapis lagi yang lebih personal dan sering jadi bahan diskusi penggemar: kedekatan Pelle dengan Dani terasa terlalu detail untuk dibilang kebetulan. Ia menyimpan sketsa wajah Dani lengkap sebelum festival dimulai, termasuk gambar Dani sebagai May Queen, ingat tanggal ulang tahunnya, dan bercerita soal orang tuanya sendiri yang tewas kebakaran sewaktu ia kecil, seolah sengaja menyamakan lukanya dengan luka Dani. Sejumlah pembahasan daring bahkan mengangkat teori bahwa Pelle secara sengaja mencari calon korban yang sedang berduka dan kehilangan keluarga, karena orang seperti itu lebih mudah "diikat" secara emosional ke komunitas baru. Ini tetap teori penggemar, film sendiri tidak pernah menegaskan secara eksplisit bahwa Pelle terlibat langsung dalam kematian keluarga Dani, tapi pola perhatian khususnya terhadap Dani cukup konsisten untuk membuat teori itu masuk akal.

Ritual ini bukan cuma adegan penutup yang berdarah-darah. Ia jadi puncak dari tema besar yang dibangun film sejak awal: manipulasi, kehilangan, kesepian, dan kebutuhan manusia untuk merasa diterima. Dani yang sejak awal rapuh akhirnya "dipeluk" oleh Hårga, tapi penerimaan itu datang lewat kekerasan paling ekstrem yang bisa dibayangkan.
Karena itu, sembilan nyawa yang dibakar di akhir film bisa dibaca sebagai simbol bagaimana luka pribadi Dani dipakai untuk mengikatnya ke lingkaran yang jauh lebih gelap daripada yang ia sadari. Di detik-detik terakhir, ia menangis, lalu perlahan tersenyum, dan kombinasi dua ekspresi yang saling bertentangan itulah yang bikin ending Midsommar terasa mengganggu sekaligus sulit dilupakan.

Sembilan korban dalam ritual penutup Midsommar adalah Mark, Josh, Simon, dan Connie dari pihak luar, Ylva, Dan, Ingemar, dan Ulf dari pihak Hårga, serta Christian sebagai penentu yang dipilih Dani. Jumlah itu bukan angka sembarangan, ia berakar dari mitologi Norse, filosofi empat musim kehidupan Hårga, dan visi oracle Ruben yang tercatat dalam Rubi Radr. Pelle membawa mereka bukan semata untuk merayakan festival, tapi sebagai bagian dari sistem regenerasi darah dan ritual komunitasnya sendiri, dengan Dani sebagai target yang tampaknya dipilih secara khusus karena kerapuhannya.
Siapa saja yang menjadi korban dalam ritual 9 nyawa di Midsommar?
Mark, Josh, Simon, dan Connie dari luar komunitas; Ylva, Dan, Ingemar, dan Ulf dari Hårga; dan Christian sebagai korban kesembilan yang dipilih Dani sebagai May Queen.
Kenapa jumlah korbannya harus sembilan?
Angka sembilan merujuk pada simbolisme Norse kuno, termasuk sembilan dunia dalam mitologi Yggdrasil dan sembilan hari Odin bergantung di pohon dunia. Strukturnya juga sengaja dibuat berimbang: empat dari luar, empat dari dalam, satu penentu.
Apakah Hårga benar-benar berada di sebuah pulau?
Tidak. Hårga digambarkan sebagai komunitas terpencil di wilayah Hälsingland, Swedia bagian tengah, bukan di pulau. Kesan terisolasi dalam film muncul dari lokasinya yang jauh dari kota, bukan karena dikelilingi laut.
Kenapa Pelle mengajak Dani dan Christian ke Hårga?
Secara terbuka, ia mengundang mereka untuk festival yang hanya digelar sekali per 90 tahun dan menawarkan ide riset untuk tesis Josh. Alasan sebenarnya berkaitan dengan kebutuhan Hårga akan darah baru untuk perkawinan dan ritual pengorbanan periodik mereka.
Siapa Ruben dan apa perannya dalam ritual Midsommar?
Ruben adalah oracle Hårga, seorang anak hasil perkawinan sedarah dengan disabilitas fisik dan kognitif. Gambar-gambar yang ia buat ditafsirkan para tetua sebagai penglihatan dari leluhur dan dicatat dalam kitab suci Rubi Radr yang menentukan jalannya ritual.
Apa itu ritual Ättestupa dan apakah pernah nyata terjadi?
Ättestupa adalah ritual di mana orang lanjut usia melompat dari tebing agar tidak membebani keluarga. Istilah ini berasal dari saga Islandia kuno, tapi sejarawan masih memperdebatkan apakah praktik ini benar-benar pernah terjadi atau hanya legenda.
Apakah Pelle terbukti membunuh keluarga Dani?
Tidak. Film tidak pernah menegaskan hal itu secara eksplisit. Ini murni teori penggemar yang didasarkan pada betapa detail dan personalnya perhatian Pelle terhadap Dani sejak sebelum festival dimulai.