14 Juli 2026

10 Film Studio Ghibli Terbaik Sepanjang Masa

AnimeStudio GhibliRekomendasiKlasikFilm JepangFilmProduksiAnimasi
Museum Ghibli di Mitaka, Tokyo

Studio Ghibli bukan sekadar rumah produksi animasi — ia adalah cara bercerita yang membuat penontonnya percaya lagi pada keajaiban kecil sehari-hari. Sejak berdiri pertengahan 1980-an, studio asal Jepang ini melahirkan film-film yang ditonton lintas generasi, dari anak-anak yang jatuh cinta pada Totoro sampai orang dewasa yang menangis menonton Grave of the Fireflies. Buat kamu yang baru mau mulai menjelajahi dunia Ghibli atau sekadar ingin bernostalgia, berikut sepuluh film terbaik mereka sepanjang masa.

Foto sampul: Michael Reeve via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0) — Museum Ghibli, Mitaka, Tokyo.

Disutradarai Hayao Miyazaki, film ini bercerita tentang Putri Nausicaä yang berusaha mendamaikan konflik antarkerajaan di dunia pasca-apokaliptik yang dipenuhi hutan beracun dan serangga raksasa. Meski dirilis sebelum Studio Ghibli resmi berdiri, kesuksesan film ini justru menjadi alasan lahirnya studio tersebut. Tema pesan lingkungan dan pasifisme yang diusung Nausicaä masih terasa relevan empat dekade kemudian. (Sumber)

Ini adalah film pertama yang benar-benar diproduksi di bawah bendera Studio Ghibli, disutradarai Hayao Miyazaki. Kisahnya mengikuti Sheeta dan Pazu, dua anak yatim yang diburu tentara dan bajak laut demi kalung kristal yang menjadi kunci menuju Laputa, kastil terbang legendaris berteknologi tinggi. (Sumber)

Siapa yang tidak kenal Totoro? Disutradarai Hayao Miyazaki, film ini mengikuti dua bersaudari yang pindah ke pedesaan dan bertemu roh hutan yang ramah, termasuk kucing bus raksasa yang ikonik. Totoro kini jadi maskot resmi Studio Ghibli dan dicintai lintas generasi. (Sumber)

Disutradarai Isao Takahata dan dirilis berbarengan dengan Totoro, film ini adalah sisi paling menyayat hati dari katalog Ghibli. Ceritanya tentang dua kakak-beradik yatim piatu yang berjuang bertahan hidup di Kobe pada bulan-bulan terakhir Perang Dunia II. Film ini kerap disebut sebagai salah satu film perang terbaik yang pernah dibuat. (Sumber)

Disutradarai Hayao Miyazaki, film ini mengikuti Kiki, penyihir muda 13 tahun yang merantau sendirian dan membuka jasa antar terbang di kota pelabuhan Koriko. Ini adalah film Ghibli pertama yang sukses besar sejak perilisan awalnya, dan tetap relevan sebagai kisah tentang kemandirian. (Sumber)

Disutradarai Hayao Miyazaki, film ini mengikuti Pangeran Ashitaka yang terkutuk dan terjebak di antara konflik para dewa hutan dan pemukiman manusia. Saat dirilis, film ini sempat jadi film terlaris sepanjang masa di Jepang. Tema lingkungan dan moral abu-abunya membuatnya tetap terasa dewasa sampai sekarang. (Sumber)

Mahakarya Hayao Miyazaki ini bercerita tentang Chihiro, gadis kecil yang terjebak di dunia roh setelah orang tuanya berubah jadi babi, dan harus bekerja di rumah pemandian ajaib untuk menyelamatkan mereka. Spirited Away jadi film Ghibli pertama yang meraih Oscar untuk Film Animasi Terbaik. (Sumber)

Diadaptasi dari novel karya Diana Wynne Jones dan disutradarai Hayao Miyazaki, film ini mengikuti Sophie, tukang topi muda yang dikutuk seorang penyihir menjadi wanita tua, hingga akhirnya berlindung di kastil terbang milik penyihir misterius bernama Howl. Film ini masuk nominasi Oscar. (Sumber)

Disutradarai Isao Takahata, film ini mengadaptasi dongeng rakyat Jepang klasik "Taketori Monogatari" tentang bayi perempuan yang ditemukan di dalam batang bambu bercahaya. Gaya visualnya yang menyerupai lukisan sapuan kuas tradisional benar-benar berbeda dari film Ghibli lain. (Sumber)

Disutradarai Hayao Miyazaki, film ini mengikuti kehidupan Jiro Horikoshi, insinyur pesawat terbang yang terinspirasi dari tokoh nyata. Awalnya digadang sebagai film terakhir Miyazaki, The Wind Rises jadi renungan dewasa tentang ambisi, keindahan, dan konsekuensi tragis dari sebuah karya besar. (Sumber)

← Semua artikel · Beranda