10 Film Animasi Barat Terbaik Sepanjang Masa
Kalau bicara soal animasi terbaik sepanjang masa, dunia Barat — terutama Hollywood — punya warisan panjang yang ikut membentuk cara kita menikmati film keluarga hari ini. Dari studio yang berani bereksperimen dengan teknik gambar tangan di era 1930-an, sampai revolusi CGI yang mengubah total industri animasi, setiap film di daftar ini punya jejak yang jelas dalam sejarah perfilman. Kami sengaja tidak memasukkan anime Jepang di sini karena sudah kami bahas terpisah di artikel lain — fokus kali ini murni pada animasi Barat: Disney, Pixar, DreamWorks, sampai Laika.
Foto sampul: Coolcaesar via Wikimedia Commons (CC BY 4.0).
Ini adalah film animasi panjang pertama dalam sejarah industri film Amerika, sekaligus taruhan besar Walt Disney yang saat itu dianggap gila. Diadaptasi dari dongeng Brothers Grimm, film ini disutradarai secara kolektif dengan animasi tangan yang detailnya luar biasa untuk zamannya. (Sumber)
Film kedua Disney ini sering disebut sebagai puncak teknis dari era animasi klasik studio tersebut. Ceritanya tentang boneka kayu yang ingin menjadi anak manusia sungguhan ini juga jadi film animasi pertama yang memenangkan Oscar kompetitif. (Sumber)
Salah satu puncak dari era "Disney Renaissance". Disutradarai oleh Gary Trousdale dan Kirk Wise, film ini mencatat sejarah sebagai film animasi pertama yang masuk nominasi Best Picture di Academy Awards. (Sumber)
Disutradarai oleh Roger Allers dan Rob Minkoff, film ini jadi salah satu film animasi paling sukses secara komersial di era 90-an. Kisah Simba yang harus merebut kembali tahtanya di savana Afrika ini punya musik ikonik dari Elton John dan Hans Zimmer. (Sumber)
Disutradarai John Lasseter, Toy Story adalah film animasi panjang pertama di dunia yang dibuat sepenuhnya dengan CGI, menandai debut Pixar sebagai studio yang akan mendominasi dekade-dekade berikutnya. (Sumber)
Film stop-motion garapan sutradara Henry Selick ini lahir dari ide dan puisi Tim Burton. Jack Skellington dan dunia Halloween Town yang gelap tapi menawan ini jadi bukti animasi stop-motion bisa punya nuansa artistik yang sangat berbeda. (Sumber)
DreamWorks membuktikan diri sebagai pesaing serius Disney lewat film ini. Shrek berhasil membalik konvensi dongeng klasik dengan humor yang lebih dewasa dan sinis, sekaligus memenangkan Oscar pertama untuk kategori Best Animated Feature. (Sumber)
Disutradarai Pete Docter, Up dibuka dengan salah satu montase paling emosional dalam sejarah animasi. Film ini juga mencatat sejarah sebagai film animasi (dan film 3D) pertama yang membuka Festival Film Cannes. (Sumber)
Disutradarai Lee Unkrich bersama Adrian Molina, Coco mengangkat tradisi Día de los Muertos Meksiko dengan riset budaya yang serius. Berhasil memenangkan Oscar untuk Best Animated Feature dan Best Original Song. (Sumber)
Film debut studio Laika ini disutradarai Henry Selick, diadaptasi dari novela karya Neil Gaiman. Coraline membawa animasi stop-motion ke wilayah yang lebih gelap dan mencekam dibanding animasi keluarga pada umumnya. (Sumber)