20 Juli 2026

10 Dokumenter Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Ditonton

DokumenterFilmRekomendasiSinemaFilmmakingProduksi
Juru kamera bersiap merekam dengan kamera video

Dokumenter sering dianggap "pekerjaan rumah" dibanding film fiksi, padahal genre ini yang paling jujur menantang seorang sutradara: tidak ada retake, tidak ada skenario yang bisa diatur ulang, hanya kesabaran menunggu kenyataan mengungkap dirinya sendiri. Buat kami di Simpul Project, dokumenter adalah pengingat bahwa cerita terbaik seringkali sudah ada di depan mata, tinggal soal siapa yang mau dan berani merekamnya. Berikut sepuluh dokumenter lintas generasi dan lintas tema yang kami anggap wajib ditonton.

Foto sampul: Johnexx via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).

Disutradarai Dziga Vertov, film bisu asal Soviet ini merekam kehidupan sehari-hari di kota-kota Uni Soviet dari pagi hingga malam tanpa naskah, aktor, atau intertitle sama sekali. Hampir seabad kemudian, film ini masih dianggap salah satu eksperimen sinema paling radikal yang pernah dibuat. (Sumber)

Disutradarai Albert dan David Maysles bersama Ellen Hovde dan Muffie Meyer, dokumenter ini mengikuti "Big Edie" dan "Little Edie" Beale, bibi dan sepupu Jacqueline Kennedy Onassis yang hidup terisolasi di rumah mewah yang rusak di Long Island. (Sumber)

Errol Morris mengangkat kasus Randall Dale Adams, seorang pria yang dihukum atas pembunuhan polisi di Dallas tahun 1976 yang sebenarnya tidak dia lakukan. Film ini secara harfiah membebaskan Adams dari penjara setelah rilis. (Sumber)

Steve James mengikuti dua remaja Afrika-Amerika selama lima tahun dalam perjalanan mereka mengejar mimpi menjadi pemain basket profesional di Chicago. Dari lebih 250 jam rekaman, film ini jadi potret tajam soal kelas sosial dan harapan di Amerika. (Sumber)

David Gelb menyoroti Jiro Ono, chef sushi legendaris berusia 85 tahun pemilik restoran bintang tiga Michelin di Tokyo. Film ini bukan cuma soal sushi, tapi tentang obsesi terhadap kesempurnaan dan disiplin. (Sumber)

Joshua Oppenheimer mengajak para eksekutor pembantaian massal 1965-66 di Indonesia untuk memerankan ulang kejahatan mereka sendiri dalam gaya film favorit mereka. Dokumenter yang mengganggu sekaligus mendalam ini meraih nominasi Oscar. (Sumber)

James Marsh merekonstruksi aksi nekat Philippe Petit yang pada 1974 diam-diam memasang seutas kawat di antara menara kembar World Trade Center dan berjalan di atasnya tanpa alat pengaman. Film ini meraih Oscar Best Documentary Feature. (Sumber)

Morgan Neville menelusuri kehidupan dan filosofi Fred Rogers, pembawa acara anak legendaris Mister Rogers' Neighborhood, serta caranya berbicara jujur dan penuh empati kepada anak-anak selama puluhan tahun di televisi Amerika. (Sumber)

Ava DuVernay membedah bagaimana Amandemen ke-13 konstitusi Amerika, yang menghapus perbudakan, menyisakan celah yang kemudian dieksploitasi untuk membangun sistem penjara yang timpang secara rasial. Meraih nominasi Oscar. (Sumber)

Elizabeth Chai Vasarhelyi dan Jimmy Chin merekam pendaki tebing Alex Honnold dalam usahanya memanjat El Capitan di Yosemite setinggi hampir 1.000 meter tanpa tali pengaman. Memenangkan Oscar Best Documentary Feature pada 2019. (Sumber)

← Semua artikel · Beranda